#Popro (Pojok Propagandis)
Vivisualiterasi.com - Beberapa waktu lalu, viral tagar #IndonesiaGelap dan #KaburAjaDulu. Belum genap setahun sejak logo garuda dengan latar biru Peringatan Darurat mewarnai jagat maya, lambang itu kembali mengudara dengan latar hitam. Perubahan warna menjadi lebih suram ini menunjukkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja.
Di beberapa daerah, sejumlah massa yang dimotori oleh mahasiswa melakukan aksi demo Indonesia Gelap. BEM UI misalnya, dalam orasinya menyampaikan 5 tuntutan. Kelima tuntutan tersebut di antaranya mencabut Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 karena menetapkan pemangkasan anggaran yang dinilai tidak berpihak pada rakyat, dan mencabut pasal dalam Rancangan Undang-Undang tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (RUU Minerba) yang memungkinkan perguruan tinggi mengelola tambang guna menjaga independensi akademik.
Sayangnya tuntutan yang ditawarkan mahasiswa tidak menyelesaikan masalah hingga ke akarnya, bahkan ada yang menawarkan untuk kembali ke demokrasi kerakyatan. Padahal sistem demokrasilah yang menjadi akar masalahnya, sehingga khawatir nasib rakyat Indonesia di masa mendatang akan semakin gelap. Sudah seharusnya mahasiswa melek politik dan kritis, juga harus bisa memberikan solusi yang benar. Solusi yang benar hanyalah solusi dari Islam. Seharusnya mahasiswa menjadi agen perubahan untuk mengemban risalah Islam Kaffah, dengan mengoreksi penguasa atas spirit amar ma'ruf nahi mungkar dan menyuarakan solusi Islam. Hanya dengan penerapan sistem Islam, meniscayakan masa depan masyarakat gemilang, bukan gelap atau suram. (Fida H. Nudiya, S. Pt
/ Aktivis Dakwah)
0 Komentar